Postingan

Menampilkan postingan dengan label Akidah

Hukum Merayakan Tahun Baru Masehi dalam Islam

Gambar
Hukum Menyambut, Memperingati, atau Merayakan Tahun Baru Masehi menurut Islam. PARA ulama berbeda pendapat tentang hukum merayakan Tahun Baru Masehi, yakni malam 1 Januari. Dari berbagai literatur kita bisa jumpai dua pendapat utama: mengharamkan dan membolehkan. Larangan Perayaan Malam Tahun Baru Masehi Pendapat yang mengharamkan menggunakan dalil tidak bolehnya menyerupai kaum kafir (nonmuslim) karena perayaan malam tahun baru masehi adalah perayaannya kaum Kristen. Bagi umat Kristen, perayaan tahun baru merupakan "satu paket" dengan malam tahun baru. Itulah sebabnya, ucapan mereka adalah "Selamat Natal & Tahun Baru" ( Merry Christmas & Happy New Year ). Rasulullah Saw bersada dalam hadits yang sangat masyhur: “ Siapa yang menyerupai pekerjaan suatu kaum (agama tertentu), maka dia termasuk bagian dari mereka.” Pendapat di atas adalah pendapat paling kuat di kalangan ulama Islam. Tidak heran jika Pemerintah Kota Banda Aceh, misalnya, melarang perayaan tah...

Khurafat Bulan Safar sebagai Bulan Sial

Gambar
Khurafat Bulan Safar sebagai Bulan Sial Khurafat adalah tahayul, mitos, dongeng, cerita rekaan yang diyakini sebagai kebenaran. Kamus Bahasa mengartikan khurafat sebagai "dongeng (ajaran dan sebagainya) yang tidak masuk akal; takhayul". Khurafat adalah salah satu bentuk penyelewengan dalam Akidah dan Risalah Islam. Salah satu contoh khurafat adalah berkenaan dengan bulan Safar ( Shofar, Shafar ). Khurafat Safar Bulan Sial Peninggalan Jahiliyah Pada zaman Jahiliyah, ada kepercayaan bahwa bulan Safar adalah bulan sial. Kepercayaan terhadap mitos atau tahayul tersebut langsung dibantah oleh Rasulullah Saw. Bulan Safar adalah bulan kedua setelah Muharam dalam kalendar Islam (Hijriyah) yang berdasarkan tahun Qamariyah (perkiraan bulan mengelilingi bumi). Safar artinya kosong. Dinamakan Safar karena dalam bulan ini orang-orang Arab dulu sering meninggalkan rumah untuk menyerang musuh. Kepercayaan bahwa Safar bulan sial atau bulan bencana masih saja dipercaya sebagian umat. Padahal...

Kaum Munafik: Musuh Umat Islam Paling Berbahaya

Gambar
Orang munafik adalah orang yang bermuka dua, mengaku beriman padahal hatinya engkar (kufur dan syirik) dan sikapnya memusuhi kaum Muslim . KAUM munafik ( munafiq ) Musuh Umat Islam Paling Berbahaya. Kaum munafik ibarat musuh dalam selimut. Mereka mengaku Muslim, padahal hatinya tidak beriman atau perilakunya justru memusuhi kaum Muslim. Seperti pada zaman Rasulullah Saw, kaum munafik itu mengaku Muslim ketika berada di tengah-tengah umat Islam, mereka ikut shalat dan pengajian bersama Rasul Saw, namun ketika di luar jamaah kaum Muslim, ketika mereka berada di tengah-tengah kaum kafir, mereka ikut bersiasat dan bersikap memusuhi kaum Muslim. Ciri orang munafik bukan hanya tiga, sebagaimana disebutkan dalam hadist shahih yang populer, yakni suka berbohong, ingkar janji, dan mengkhianati kepercayaan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاث إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَ إِذَا اؤْت...

MUI Fatwa Haram Umat Islam Pakai Atribut Natal

Gambar
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram mengenai penggunaan atribut non-Muslim seperti artibut Natal. Dalam fatwa nomor 56 tahun 2016, MUI menegaskan, penggunaan atribut termasuk perintah/instruksi dan ajakan untuk menggunakan atribut keagamaan non-Muslim dikategorikan haram . Fatwa MUI soal atribut non-Muslim ini dikeluarkan Rabu, 14 Desember 2016. Fatwa terbaru MUI ini ditandatangani Ketua Komisi Fatwa Hasanuddin AF dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat Asrorun Ni'am Sholeh. Fatwa baru MUI Pusat tersebut dikeluarkan atas berkembangnya fenomena banyaknya umat Muslim yang diminta menggunakan atribut dan simbol keagamaan non-Muslim pada saat hari besar agama non-Islam. "Simbol keagamaan non-Muslim berdampak pada siar keagamaan mereka," demikian alasan yang tertuang dalam fatwa tersebut sebagaimana dirilis situs resmi MUI . Dalam fatwa tersebut, MUI Pusat juga meminta umat Islam tidak mencampuradukkan antara akidah dan ibadah Islam dengan keyakinan agama lain...

Islam Tidak Mengenal Hari Valentine - Kaum Muslim Takkan Merayakannya

Gambar
Valentine’s Day (Hari Valentin) 14 Februari adalah perayaan umat non-Muslim, yakni peringatan kematian Pendeta St. Valentine. Muslim yang baik tidak akan ikut merayakannya. Say No to Valentine's Day! SEORANG Muslim tidak akan merayakan Hari Valentine (Valentine's Day). Pasalnya, Valentine tidak dikenal dalam Islam dan bukan bagian dari budaya umat Islam. Menurut Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah, Yunahar Ilyas, Islam tidak mengenal istilah perayaan hari kasih sayang (Valentine). Terdapat kekeliruan cara pandang pada perayaan Valentine oleh segelintir orang, terutama kalangan pemuda dan pemudi. Karena mereka, lanjut Yunahar, terkadang menginterpretasikan perayaan tersebut sebagai momentum untuk menunjukkan kasih sayang melalui hubungan fisik. "Ada banyak yang mensurvei setelah perayaan valentine itu pasti ditemukan kondom berserakan, banyak perempuan hamil tanpa kawin. Karena mereka salah menangkap makna kasih sayang itu," ujarnya kepada Republika Senin (8/2). Kar...

Ciri-Ciri Aliran Sesat - Menyimpang dari Ajaran Islam

Gambar
10 Kategori Sebuah Paham atau Aliran Dinyatakan Sesat - Menyimpang dari Ajaran Islam. SETIDAKNYA ada 10 kategori atau ciri-ciri yang membuat sebuah paham, aliran, atau kelompok dinyatakan sebagai aliran sesat. Kriteria ini dikemukakan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF MA mengatakan, dalam memutuskan sesat dan tidaknya sebuah paham, khususnya yang mengatasnamakan Islam, MUI mempunyai sedikitnya 10 kategori untuk menetapkan suatu paham dinyatakan sesat atau menyimpang dari ajaran Islam. Ke-10 ciri aliran sesat tersebut adalah: Mengingkari salah satu rukun iman dan rukun Islam. Meyakini dan mengikuti akidah yang tidak sesuai dengan dalil syar'i Alquran dan sunah. Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran. Padahal, Alquran itu sudah habis masa turunnya sejak Nabi Muhammad Saw wafat. Mengingkari autentisitas (keaslian) atau kebenaran isi Alquran. Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir dan menafsirkan Alquran seenaknya s...