Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kajian

Berlindung dari Setan Jin dan Manusia - Tafsir QS An-Nas

Gambar
Berlindung dari Setan Jin dan Manusia - Tafsir QS An-Nas SETAN (syaithon) adalah musuh nyata manusia. Tugas utama setan di dunia ini adalah menggoda atau mengajak manusia agar menjauhi perintah Allah SWT dan melanggar larangan-Nya. Cara setan menggoda atau membujuk manusia ke jalan kesesatan adalah dengan membisikkan godaan dan rayuan itu kepada dada manusia secara diam-diam dan terang-terangan. Dua Golongan Setan Setan itu terdiri dari dua golongan: jin dan manusia. Golongan jin tidak kasat mata, kecuali mereka menampakkan diri dalam wujud yang mereka tiru.  Golongan manusia jelas terlihat, hanya saja hatinya sudah dikuasai setan dan menjadi temannya. Al-Hasan Al-Bashri  berkata: Kedua-duanya merupakan setan. Setan yang berbentuk jin membisikkan ke dalam dada manusia. Setan yang berwujud manusia maka dia datang secara jelas dan nyata.  Qatadah berkata: "Sesungguhnya dari golongan jin itu ada setan-setannya, demikian pula dari golongan manusiapun ada setan-setannya, ...

Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018: Tata Cara Shalat Khusuf

Gambar
Tata Cara Shalat Gerhana Bulan (Khusuf) dan Shalat Gerhana Matahari ( Kusuf ). Gerhana Bulan Total (GBT) akan terjadi Rabu 31 Januari 2018 malam.  Umat Islam disunahkan melaksanakan shalat gerhana bulan, yakni shalat khusuf, sejaligus takbir atau dzikir di masjid-masjid. Menurut rilis Kementerian Agama, awal gerhana bulan total terjadi sekitar pukul 20.00 WIB lewat dan berakhir pukul 21.00 WIB. Dikutip Antara , Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin, dalam keterangan persnya menjelaskan, awal gerhana diperkirakan mulai pukul 20:48 WIT, 19.48 WITA, atau 18.48 WIB, dan puncaknya pada pukul 20.29 WIB, serta berakhir pada pukul 22:11 WIB. Gerhana bulan total dapat dilihat di area terbuka di malam hari. Bulan purnama tampak meredup lalu berubah memerah sesaat hingga akhirnya bersinar lagi di kegelapan malam. Menurut BMKG , Gerhana Bulan adalah peristiwa ketika terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan.  Peristiwa yang merupakan salah satu a...

Arti Jumat Berkah atau Jumat Mubarok

Gambar
Makna Arti Jumat Berkah atau Jumat Mubarok yang Trending Tiap Pekan #JumatBerkah Setiap hari Jumat, biasanya tagar #JumatBerkah atau #JumatMubarok trending di Twitter. Para tweps (pengguna sosial media Twitter) saling mengingatkan tentang keutamaan hari Jumat yang penuh berkah (barokah). Apa arti Jumat Berkah atau Jumat Mubarok? Ringkasnya, Jumat Berkah artinya hari Jumat itu penuh kebaikan dan keutamaan. Jumat adalah hari khusus memaksimalkan ibadah atau amail kebaikan, seperti sedekah yang pahalanya dilipatkgandakan oleh Allah SWT. Hari Jum’at adalah hari raya bagi umat Islam: “Sesungguhnya hari ini adalah hari raya yang Allah jadikan untuk umat slam. Barangsiapa yang mendatangi (shalat) Jum’at maka hendaklah mandi, kalau mempunyai wewangian hendaknya dia pakai dan pergunakan siwak.” (HR. Ibnu Majah). Diceritakan Abu Lubanah al-Badri, Rasulullah bersabda bahwa pemimpin seluruh hari dalam setiap minggu adalah hari Jumat. Menurut Rasulullah Saw, Jumat hari paling mulia di sisi Allah ...

Keutamaan Hari Jumat : Hari Penuh Berkah dan Bersejarah

Gambar
Keutamaan Hari Jumat. Hari Penuh Berkah dan Bersejarah dalam Islam. Jumat adalah hari keenam dalam satu pekan. Kata Jumat diambil dari Bahasa Arab, Jumu'ah   ( الجمعة ) yang berarti beramai-ramai, diambil dari tata cara ibadah kaum Muslim yang dilakukan pada hari ini. Jumu'ah memiliki akar sama dengan Jama' yang berarti banyak dan juga Jima' yang artinya bergabung . ( Wikipedia ) Nama-nama hari dalam bahasa Indonesia diadopsi nama-nama bilangan dari bahasa Arab:  Wahid ( وَاحِدٌ) - Ahad/Minggu Itsnain ( اثْنَانِيْ) - Senin) Tsalasah ( ثَلَاثَةُ) - Selasa Ar'ba'ah ( أَرْبَعَةُ) - Rabu Khomsah ( خَمْسَةُ) - Kamis Jumu'ah ( الجمعة) - Jumat Sab'ah ( سَبْعَةُ) - Sabtu Khusus hari keenam, tidak mengambil dari nama Sittah ( سِتَّةُ ) atau Enam. Ini karena hari keenam dalam Islam memiliki keutamaan, salah satunya di hari keenam ini umat Islam melaksanakan shalat Jumat, sebuah shalat yang berbeda dengan shalat-shalat lainnya. Shalat jumat harus dilaksanakan...

Hukum Stand Up Comedy (Melawak) Menurut Islam

Gambar
Joshua dan GE Pamungkas Diduga Lecehkan Islam . Demikian diberitakan Viva.co.id . Keduanya dinilai melakukan pelecehan terhadap Islam dalam Stand Up Comedy (Lawakan Tunggal/Komedi Tunggal) yaitu membawakan lawakan di atas panggung seorang diri dengan cara monolog mengenai sesuatu topik. Orang yang melakukan kegiatan ini disebut pelawak tunggal (bahasa Inggris: stand-up comedian ), komik, atau komik berdiri (komik tunggal). Pada praktiknya, di kalangan Komika atau Stand Up Comedian di Indonesia, umumnya para komika mengarang cerita alias berbohong agar penonton tertawa. Kalaupun ada unsur kebenaran dalam cerita, maka mereka akan melebih-lebihkan atau menambahkan cerita agar lucu. Islam tidak melarang lawakan atau bercerita lucu. Rasulullah Saw pun dikenal sebagai seorang yang humoris atau suka melucu. Jadi, hukum komik, komika, stand up comedy, atau melawak pada dasarkan mubah (boleh). Namun, jika materi stand up comery atau isi lawakannya berupa cerita bohong, maka hukumnya haram. Apal...

Waktu dalam Perspektif Islam

Gambar
Waktu dalam Perspektif Islam. Di akhirat nanti manusia akan ditanya soal pemanfaatan waktu selama hidup. Waktu mendapatkan perhatian khusus dalam Islam. Terpopuler adalah Allah SWT bersumpah dengan waktu, demi masa, dalam QS Al-'Ashr, sebuah surat pendek, ringkas, namun bemakna sangat mendalam, bahkan bisa mencukupi sebagai panduan ringkas bagi umat Islam dalam mengisi waktu selama hidup di dunia ini. Salah satu tafsir QS Al-'Ashr menyimpulkan, berdasarkan ayat ini, manusia yang tidak akan merugi hidupnya adalah mereka yang mengimani Islam, mengamalkannya, dan mendakwahkannya. وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ "Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran" (QS. Al-‘Ashr/103:1-...

Perayaan Malam Tahun Baru Masehi: Ritual untuk Dewa Janus

Gambar
Perayaan Malam Tahun Baru Masehi adalah Ritual Kaum Non-Muslim untuk Dewa Janus. TIAP pergantian tahun Masehi , selalu ada acara perayaan tahun baru di kalangan masyarakat. Namun, tidak banyak yang tahu, perayaan Tahun Baru Masehi tiap tanggal 1 Januari itu adalah ritual bangsa Romawi kuno untuk menyembah Dewa Janus atau January (nama dewa yang dijadikan nama bulan pertama kalender Masehi --Januari). Umat Islam jelas wajib menghindari perayaan tahun baru Masehi jika tidak ingin dinilai ikut-ikutan menyembah Dewa Janus seperti bangsa Romawi itu. ( Baca : Hukum Merayakan Tahun Baru Masehi dalam Islam ). Menurut catatan sejarah, orang-orang Romawi mendedikasikan hari perayaan Tahun Baru kepada Janus, dewa segala pintu gerbang. Penetapan 1 Januari sebagai tahun baru Masehi awalnya diresmikan Kaisar Romawi Julius Caesar (tahun 46 SM), lalu diresmikan ulang oleh pemimpin tertinggi Katolik, yaitu Paus Gregorius XII tahun 1582. Penetapan ini kemudian diadopsi oleh hampir seluruh negara ...

Sembilan dari 10 Pintu Rezeki adalah Berdagang Hadits Lemah (Dhaif)

Gambar
Sembilan dari 10 Pintu Rezeki adalah Perdagangan Hadits Lemah (Dhoif). Ada sebuah hadits yang  tersebar di kalangan orang awam sebagai motivasi untuk berbisnis atau menjadi pedagang: “Sembilan dari Sepuluh Pintu Rezeki Ada dalam Perdagangan". Bahkan, ada sebuah buku dengan judul 9 dari 10 Pintu Rezeki adalah Berdagang dengan mengutip pernyataan KH Didin Hafiduddin bahw hadits itu hadis marfu', yaitu apa-apa yang dinisbatkan atau sandarkan kepada Nabi Saw. Hadits "Sembilan dari 10 Pintu Rezeki adalah Perdagangan" yang belum diletiti akan keshahihannya ini berbunyi: تِسْعَةُ أَعْشَارِ الرِزْقِ فِي التِّجَارَةِ “Sembilan dari sepuluh pintu rezeki ada dalam perdagangan.“ Dalam Al-Istidzkar (8/196), Ibnu ‘Abdil Barr mengisyaratkan bahwa hadits ini dha’if (lemah). Dalam Al-Mughni ‘an Hamlil Asfar, Al-‘Iraqi pada hadits no. 1576 membawakan hadits, عليكم بالتجارة فإن فيها تسعة أعشار الرزقة “Hendaklah kalian berdagang karena berdagang merupakan sembilan dari sepuluh pintu ...

Kita Hidup di Lima Alam Berbeda, Dua Alam Lagi Kita Jelang

Gambar
Alam kehidupan manusia terdiri dari Alam Ruh, Rahim, Dunia, Barzakh, dan Alam Akhirat. UMAT manusia atau kita sudah, sedang, dan akan hidup di empat jenis alam kehidupan. Pertama kali kita (semua umat manusia) hidup di Alam Ruh sebelum kita hidup dalam Alam Rahim (kandungan ibu) dan dilahirkan ke Alam Dunia. Setelah meninggalkan Alam Dunia, kita akan hidup di dua alam lagi, yakni Alam Barzah dan Alam Akhirat untuk selamanya sebagaimana diisyaratkan dalam Al-Quran Alam Ruh (QS 7:172) Alam Rahim (QS Sajdah:9) Alam Dunia (QS 43:32) Alam Barzakh (QS 23:100) Alam Akhirat (QS 29:64) Alam Ruh "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengata-kan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah ter...

Dua Wasiat Rasulullah Saw Menjelang Wafat: Shalat dan Peduli Dhuafa

Gambar
Dua Wasiat Rasulullah Saw Menjelang Wafat: Shalat dan Peduli Dhuafa DIRIWAYATKAN , sesaat sebelum Rasulullah Muhammad Saw wafat, beliau sempat membisikan sebuah wasiat bagi umat Islam. Saat tubuh Nabi Saw mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi, tiba-tiba beliau menggerakkan bibirnya hendak membisikkan sesuatu.  Ali bin Abi Thalib yang saat itu ada di dekat beliau, segera mendekatkan telinganya. Rasulullah Saw pun berbisik: “ Ushikum bi al-shalati wa ma malakat aimanukum" yang artinya "Peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.” Saat Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Nabi Saw yang mulai kebiruan, Rasul berbisik lagi: “Ummati, ummati, ummati" (umatku, umatku, umatku).” Sesaat kemudian, Rasulullah Muhammad Saw pun berpulang ke hadirat Ilahi. Begitulah gambaran detik-detik akhir menjelang ajal Nabi Saw. Ada dua wasiat yang disampaikan Nabi kepada Ali menjelang ajalnya dalam ucapan beliau " Ushikum bi al-shalati wa ma ...

Amalan Sunah Bulan Muharram: Puasa Asyura dan Tasuah

Gambar
Amalan Sunah Bulan Muharram: Puasa Asyura dan Tasuah . Menghapuskan dosa satu tahun yang lalu. MUHARRAM adalah bulan istimewa dalam sistem penanggalan (kalender) Islam. Muharam bukan saja bulan pertama atau awal tahun Hijriyah , tapi juga mengandung sejarah penuh hikmah, yakni Hijrah. Literatur sejarah menyebutkan, Muharam ( محرم ) adalah bulan pertama dalam penanggalan Hijriyah. Muharram berasal dari kata haroma yang artinya 'diharamkan' atau 'dipantang', yaitu dilarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah. Setidaknya ada dua amalan sunnah di bulan Muharram, yakni puasa tasuah dan puasa asyura. Di dalam kitab Riyadhus Shalihin, Al-Imam An-Nawawi mencantumkan tiga hadits yang berkenaan dengan puasa sunnah pada bulan Muharram, yaitu puasa hari Asyura atau Asyuro (10 Muharram) dan Puasa Tasu’a (9 Muharram). عن ابن عباس رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ أن رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم صام يوم عاشوراء وأمر بصيامه. مُتَّفّقٌ عَلَيهِ Dari Ibnu Abbas ra, bahwa R...

Keutamaan dan Amalan Sunah Bulan Dzulqaidah (Zulkaidah)

Gambar
Keutamaan dan Amalan Sunah Bulan Dzulqaidah (Zulkaidah). Persiapan Haji dan Qurba. Zulkaidah atau Dzulqo'idah (Bahasa Arab: ذو القعدة , transliterasi: Dzulqaidah ), adalah bulan kesebelas dalam penanggalan Islam, hijriyah. Ia merupakan bulan yang mengandung makna sakral dalam sejarah di mana pada bulan ini terdapat larangan berperang. Makna kata Zulkaidah adalah 'Penguasa Gencatan Senjata' sebab pada saat itu bangsa Arab meniadakan peperangan pada bulan ini. ( Wikipedia ). Asal Penamaan Secara bahasa, Dzul Qo’dah terdiri dari dua kata: Dzul, yang artinya: Sesuatu yang memiliki dan Al Qo’dah, yang artinya tempat yang diduduki. Bulan Dzul Qa`idah --tahun ini bertepatan dengan Agustus 2017-- adalah bulan pertama dari bulan-bulan yang dimuliakan oleh Allah Swt. Hadis Shahih Seputar Bulan Dzul Qa’dah Dari Abu Bakrah radhiallahu ‘anhu , bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya zaman berputar sebagai mana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu...

Pengertian Mubahalah dan Risikonya

Gambar
Apa pengertian Mubahalah? Bagaimana hukumnya dalam Islam? Pernahkah Rasulullah Saw dan para sahabat melakukan Mubahalah? Pengertian Mubahalah, Hukum, Syarat, dan Risikonya. MUBAHALAH ( malediction, imprecation ) berasal dari kata bahlah atau buhlah yang artinya kutukan atau melaknat . Menurut istilah, Mubahalah adalah dua pihak yang saling memohon dan berdoa kepada Allah SWT supaya Allah SWT melaknat dan membinasakan atau mengadzab pihak yang batil (salah) atau menyalahi pihak kebenaran. Peristiwa mubahalah pernah dilakukan oleh Rasulullah Saw terhadap pendeta Kristen dari Najran pada tahun ke-9 Hijriah, sebagaimana disebutkan dalam Qs. Ali Imron (3): 61.  فَمَنْ حَاجَّكَ فِيهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ أَبْنَاءَنَا وَأَبْنَاءَكُمْ وَنِسَاءَنَا وَنِسَاءَكُمْ وَأَنْفُسَنَا وَأَنْفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَعْنَةَ اللَّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ [آل عمران/61] "Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri ka...

Hadits Lemah dan Palsu Seputar Ramadhan

Gambar
Hadits Lemah dan Palsu Seputar Ramadhan, Mulai Doa Buka Puasa Hingga Pahala Tarawih Per Malam. RAMADHAN adalah bulan suci umat Islam yang penuh berkah dan kemuliaan. Semangat ibadah umat Islam meningkat selama Ramadhan , antara lain karena ada imbalan pahala yang berlipat bagi kebaikan atau ibadah yang dilakukan selama Ramadan. Namun, umat Islam mesti waspada dalam beramal, jangan sampai mengamalkan suatu amalan yang tidak ada syariatnya. Pasalnya, banyak hadits lemah (dho'if) dan palsu (maudhu') sepurat Ramadhan. Parahnya, hadits lemah dan palsu ini dipopulerkan oleh para penceramah tarawih, Subuh, khotib Jumat, atau pengajian tentang Ramadhan. Beramal berdasarkan hadits lemah dan palsu tentu saja akan sia-sia karena tidak ada syariatnya. Memang baik, namun ukuran baik dalam ibadah itu harus berdasarkan Quran dan Hadits Shahih, karena Islam ini agama Allah SWT yang sudah sempurna, tidak usah ditambah atau dikurangi. Berikut ini beberapa hadits lemah dan palsu seputar Ramadhan...