Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ibadah

Bacaan Sesudah Sholat Lima Waktu

Gambar
Bacaan Doa Sesudah Sholat Lima Waktu - Tasbih, Tahmid, Takbir, Tahlil. USAI s halat lima waktu (shalat fardu, sholat wajib), kita dianjurkan membaca doa. Bacaan sunahnya antara lain tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing 33 kali. Sebenarnya, usai salam, shalat kita selesai. Tidak ada kewajiban atau ritual lain usai shalat dilaksanakan. Namun, untuk menyempurnakan datangnya ampunan Allah SWTdan dihapuskannya segenap kesalahan, kita dianjurkan mengiringi sholat lima waktu --zhuhur, ashar, maghrib, isya, subuh-- dengan membaca wirid atau doa sebagaimana yang diajarkan dan dicontohkan Rasulullah Saw. Salah satu bentuk wirid atau bacaan sesusah sholat lima waktu adalah memnaca tasbih, tahmid, dan takbir . عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِل...

Wudhu - Ibadah Ringan Berpahala Besar

Gambar
Pengertian dan Cara Wudhu - Ibadah Ringan Berpahala Besar. WUDHU (wudlu, wudu) adalah menyucikan diri (sebelum shalat) dengan membasuh muka, tangan, kepala, dan kaki ( KBBI ) Setiap Muslim melakukan wudhu minimal lima kali dalam sehari, yaitu sebelum shalat fardhu lima waktu --Subuh, Zhuhur, 'Ashar, Maghrib, Isya. Dalam istilah fiqih, wudhu adalah membasuh wajah, kedua tangan hingga siku, sebagian rambut di kepala, dan kedua kaki hingga mata kali denganmenggunakan air yang suci. Dalil wajibnya wudhu sebelum shalat adalah firman Allah SWT: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.” (QS. Al-Maidah: 6). Rukun wudhu ada enam: Membasuh muka. Dianjurkan sebelum membasuh muka berkumur dulu. Membasuh kedua tangan sampai kedua siku. Mengusap (menyapu) sebagian rambut di kepala, termasuk mengusap kedua daun telinga. Membasuh kedua kaki sam...

Fenomena Ibadah Akhir Zaman: Pahala Tergerus Selfie dan Narsis

Gambar
Fenomena Ibadah Akhir Zaman: Pahala Tergerus Selfie dan Narsis . Di tulisan sebelumnya sudah dibahas Hukum Pamer Ibadah di Media Sosial . Silakan ke postingan tersebut untuk memahami hukumnya pamer ibadah di media sosial. Baca Juga: Pamer Ibadah di Media Sosial Hukum Selfie Saat Haji dan Umroh Berdoa di Facebook Facebook Bisa Hapus Pahala Ibadah dan Amal Baik Rasulullah Saw sudah mengingatkan dalam sabdanya. Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku takuti pada kalian adalah syirik kecil.” Sahabat bertanya, “Apa itu syirik kecil, wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. menjawab, “Riya' (pamer/ingin dipuji orang lain). Allah berkata di Hari Kiamat ketika membalas amal-amal hamba-Nya, ‘Pergilah pada yang kamu berbuat riya' di dunia dan perhatikanlah, apakah kamu mendapatkan balasannya?'” (HR Ahmad). Jika kita pamerkan ibadah di media sosial, maka di akhirat nanti Allah SWT menyuruh kita mencari pahalanya kepada teman atau follower yang Like, Share, dan Comments --dan...

Amalan Penyempurna dan Penghapus Pahala Ibadah Puasa Ramadhan

Gambar
Amalan Penyempurna dan Penghapus Pahala Ibadah Puasa Ramadhan. KITA , insya Allah, mulai puasa Ramadhan tahun ini Sabtu 27 Mei 2017 . Insya Allah kita sudah membekali diri dengan Ilmu Ibadah Ramadhan plus Jadwal Imsakiyah sebagai panduan. Selama Ramadhan, ibadah utama kita, umat Islam, adalah PUASA atau SHAUM, yakni tidak makan, minum, dan tidak melakukan hal-hal lain yang membatalkan ibadah puasa sejak awal waktu Subuh hingga awal waktu Magrib. Puasa adalah amalan ibadah utama selama Ramadhan. Pahalanya pun dilipatgandakan lebih besar dibandingkan pahala amal kebaikan lainnya. Jika pahala satu kebaikan biasanya dilipatgandakan oleh Allah SWT menjadi 10 kebaikan hingga 700 kali lipat, maka puasa lebih besar dari itu, sebagaimana hadits shahih: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْح...

Sidang Isbat Awal Ramadan 1438 H Digelar Jumat 26 Mei 2017

Gambar
Sidang Isbat Awal Ramadan 1438 H Diprediksi Menetapkan Awal Puasa Jatuh Pada Hari Sabtu 27 Mei 2017. ORMAS Islam Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan 1438 H jatuh pada hari Sabtu 27 Mei 2017 . Kementerian Agama RI juga secara resmi sudah mengeluarkan Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1438 H . Pemerintah baru akan menetapkan awal Ramadhan 1438 Hijriyah melalui sidang isbat (penetapan) awal dan akhir Ramadhan pada Jumat 26 Mei 2017. Kemungkinan hasil sidang isbat juga menetapkan awal Ramadhan jatuh pada hari Sabtu 27 Mei 2017. Dilansir Liputan6 , Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Islam akan menggelar sidang isbat (penetapan) awal Ramadan 1438H/2017 M. Sidang akan digelar pada Jumat, 26 Mei 2017. Melalui sidang isbat tersebut, Kemenag akan menetapkan waktu awal puasa Ramadhan tahun ini. "Sidang isbat awal Ramadan akan dilaksanakan pada Jumat, 26 Mei 2017 M di Jakarta," kata Plt Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, usai rapat persiapan Itsbat Awal Ramadan 1438H di Jakarta, Rabu (17...

Bekali Diri dengan Ilmu Puasa Ramadhan Mulai Sekarang

Gambar
Bekali Diri dengan Ilmu Puasa Ramadhan Mulai Sekarang Agar 3 Syarat Diterima Amal Terpenuhi. BULAN suci Ramadhan segera tiba. Di bulan itu umat Islam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan . Muhammadiyah menetapkan Awal Puasa Ramadhan 1438 H jatuh pada hari Sabtu 27 Mei 2017. Kita, umat Islam, akan melaksakan Rukun Islam keempat (puasa/shaum) itu selama sebulan penuh. Karana ibadah puasa fardu/shaum wajib itu kita lakukan setahun sekali, kemungkinan kita terlupa dengan syarat dan rukun puasa. Karenanya, selayaknya kita Bekali Diri dengan Ilmu Puasa Ramadhan Mulai Sekarang, jangan sesudah masuk bulan Ramadhan. Ibarat pemain yang akan bertanding, maka sang pemain harus sudah tahu aturan permainan sebelum bertanding. Kita pun demikian. Kita akan puasa Ramadan, maka sebelum masuk ke awal Ramadhan atau hari pertama bulan Ramadhan, kita harus sudah tahu "aturan main" puasa, meliputi hukum, syarat, dan rukunnya, sehingga puasa kita sah dan ibadah shaum kita diterima oleh Allah SWT. Pa...

Tiga Amal yang Bisa Mengubah Takdir (Nasib)

Gambar
Tiga Amal yang Bisa Mengubah Takdir (Nasib). IMAN atau percaya kepada Qodho dan Qodar alias takdir atau nasib merupakan bagian dari Rukun Iman dalam Islam. Takdir adalah ketentuan Allah SWT berdasarkan pertimbangan terbaik dari Allah SWT dan hal terbaik bagi hamba-Nya. Takdir bisa berubah dengan sejumlah amal kebaikan. Artinya, jika kita melakukan amal kebaikan, maka takdir buruk yang sedianya menimpa kita, akan dihapus oleh Allah SWT. Allah SWT memang Maha Pengasih dan Penyayang, juga Maha Kuasa atas segala sesuatu. Berikut ini ini tiga amal atau perbuatan yang bisa mengubah takdir buruk menjadi takdir baik, mengubah nasib buruk yang semula ditetapkan Allah menjadi nasib baik, berdasarkan hadits-hadits shahih dari kitab  Shaihain dan Bulughul Maram . 1. Amal Kebaikan. Rasulullah Saw menegaskan, amal kebaikan bisa mengubah hal buruk menjadi hal baik yang akan menimpa kita. Bahkan, usia bisa bertambah dengan amal kebaikan. "Beramallah kamu sekalian, karena beramal (berbuat ke...

TAHUKAH ANDA? JIKA SEDEKAH JUGA MEMILIKI PENGARUH BAGI KESEHATAN TUBUH

Gambar
  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bersedekahlah kalian, meski hanya dengan sebiji kurma. Sebab, sedekah dapat memenuhi kebutuhan orang yang kelaparan dan memadamkan kesalahan, sebagaimana air mampu memadamkan api.” (HR Ahmad dan Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih Al-Jami’) Rasulullah juga bersabda: “Obatilah sakitmu dengan sedekah, bentengilah harta bendamu dengan zakat, dan bersiaplah menghadapi cobaan dengan doa.” (HR. Baihaqi) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (HR. Baihaqi) Dilansir Huffingtonpost, para peneliti di Departement of Psychologgy University of British Columbia berhasil menghubungkan antara penggunaan uang untuk orang lain dengan penurunan tekanan darah. Studi tersebut terbagi menjadi dua bagian, bagian pertama terdiri dari 128 peserta berusia lebih dari 40 tahun yang didiagnosis mempunyai tekanan darah tinggi. Mereka diberi sejumlah uang untuk dihabiskan s...

Rajin Ibadah Saja Tidak Cukup: Islam Ajarkan Keseimbangan Ritual & Sosial

Gambar
Hablum Minallah & Hablum Minanas Harus Seimbang. Ibadah Ritual dan Sosial Harus Seimbang.  Rajin ibadah saja, dalam pengertian ibadah mahdhoh, tidak cukup untuk menjadi Muslim yang baik. Islam mengajarkan umatnya tentang keseimbangan hubungan dengan Allah SWT (Hablum Minallah) dan Hubungan dengan sesama manusia (Hablum Minan Nas). Seorang Muslim tidak cukup rajin shalat, dzikir, baca Quran, dan ibadah ritual lainnya. Ia harus pula menjalin hubungan harmonis dengan orang lain --tetangga, rekan kerja, sahabat, kerabat, dan bahkan yang tidak dikenal. ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ "Akan ditimpakan kehinaan kepada mereka kecuali mereka menjalin hubungan baik dengan Allah dan dengan sesama manusia" (QS. Ali Imran 3: 112). Dalam sebuah hadits shahih tentang amal sholih (kebaikan), dari 7 jenis amal baik yang disebutkan Rasulullah Saw, lima di antaranya berkaitan dengan hablum minannas atau interaksi sosia...

Risalah Ibadah Kurban dan Akikah

Gambar
Risalah Ibadah Kurban dan Akikah di Hari Raya Idul Adha. TIAP menjelang Idul Adha atau Idul Qurban, sering muncul pertanyaan seperti "Mau berkurban, tapi belum akikah, apakah akikah dulu baru kurban atau saya bisa langsung berkurban?" Jawaban ringkas atas pertanyaan tersebut adalah utamakan ibadah kurban. Pasalnya, akikah itu disunahkan kepada orangtua kita waktu kita lahir, bukan kepada diri kita. Kalau orangtua dulu waktu kita lahir tidak mampu akikah, tidak apa-apa. Namanya juga sunah, tidak berdosa tidak dilaksanakan dan berpahala jika dilakukan. Jadi, yang terkena hukum sunah akikah itu orangtua kita. Bagi kita sekarang, bagi yang mampu, sunnahnya adalah ibadah kurban, bukan akikah. Meski demikian, ulama membolehkan akikah sendiri sesudah dewasa , waktu akikah bisa kapan saja, tidak harus bulan Dzulhijjah atau bersamaan dengan Idul Adha. Kurban (Qurban/Udhiyah) adalah ibadah dengan menyembelih hewan kurban (domba, kambing, atau sapi) dengan niat ibadah karena Allah SWT...

Bersiaplah Ibadah Kurban dari Sekarang untuk Meraih Keutamaannya

Gambar
Keutamaan Ibadah Kurban akan menggerakkan hati setiap Muslim untuk berusaha melaksanakannya. IBADAH Utama di Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban adalah menyembelih hewan kurban. Demikian ditegaskan Rasulullah Saw. Kesempatan ibadah kurban hanya setahun sekali. Selayaknya setiap Muslim bisa "menabung" untuk membeli hewan kurban dan meraih pahala atau keutamannya yang sangat besar. Rasul Saw bahkan mengungkapkan "amarah" kepada orang yang mampu berkurban, tapi tidak melaksanakannya, sebagaimana dalam hadits di bawah ini. Hukum Ibadah Kurban Mayoritas ulama menyatakan, hukum ibadah kurban (menyembelih kambing atau sapi) adalah Sunnah Muakkadah , yaitu sunnah yang sangat dianjurkan, berdasarkan hadits: “ Tiga hal yang merupakan kewajiban atasku dan sunnah atas kalian adalah shalat witir, nahr (qurban), dan shala dhuha. ” (HR. Ahmad, Hakim, dan Daruquthni). “ Barangsiapa yang memiliki kelonggaran dan tidak mau berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami. ...

Pengertian & Keterkaitan Iman, Hijrah, dan Jihad

Gambar
IMAN tidak bisa dilepaskan dari Hijrah dan Jihad. Demikian tersurat dalam Al-Quran. Iman saja tidak cukup untuk mencapai kemenangan dan keridhaan Allah SWT, tapi juga diikuti dengan amal soleh, termasuk hijrah dan jihad. Dua ayat berikut ini secara jelas menunjukkan keterkaitan antara iman, hijrah, dan jihad sebagai tiga hal yang tidak terpisahkan. إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللهِ أُولَئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَةَ اللهِ وَاللهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ "Sesungguhnya orang-orang yang beriman serta orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS Al-Baqarah:218). الَّذِينَ آمَنُواْ وَهَاجَرُواْ وَجَاهَدُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِندَ اللّهِ وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di s...

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa: Yang Sering Ditanyakan

Gambar
Hal-Hal yang Membatalkan Puasa. Bagaimana dengan menelan ludah, sikat gigi pake odol, mencicipi masakan, mimpi basah, apakah membatalkan puasa? MENJELANG Ramadhan, sebaiknya kita membekali diri dengan ILMU RAMADHAN , khususnya seputar PUASA, mulai dari syarat puasa, rukun puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, hingga apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat Puasa Ramadhan. Jika umat Islam sudah membekali diri dengan ILMU RAMADHAN, maka ketika sudah memasuki Ramadhan, umat tidak lagi bertanya seputar puasa Ramadhan. Para penceramah tarawih dan Subuh pun dapat fokus ke tema-tema selain Ramadhan, tidak lagi berkutat soal, misalnya Pahala Puasa dan sebagainya tentang Ramadhan. Namun, setelah sekian tahun melaksanakan Puasa Ramadhan, masih ada umat yang bertanya seputar Ramadhan justru saat berada di Bulan Ramadhan. Berikut ini hal-hal yang sering ditanyakan seputar Puasa Ramadhan. Biasanya muncul dari jamaah pengajian atau forum-forum konsultasi. HAL-HAL YANG MEMBATALKAN PUASA ...

Cara Menyambut Bulan Ramadhan

Gambar
Ramadhan segera tiba. Bagaimana Cara Menyambut Bulan Ramadhan sesuai dengan Al-Quran dan Hadits? IKLAN sarung dan sirup sudah muncul di layar televisi. Promo acara atau siaran Ramadhan juga sudah bermunculan di berbagai stasiun televisi. Itulah cara media dan pengiklan (pengusaha) menyambut Ramadhan dalam konteks bisnis (marketing). Lalu, bagaimana cara kita sebagai Muslim menyambut Ramadhan? Para ustadz dalam ceramahnya sering mengemukakan, dalam menyambut Ramadha, kita harus siapkan: Mental --yakni kesiapan hati, niat, dan tekad mendirikan Ramadhan dengan puasa dan ibadah lainnya. Fisik --yakni kesiapan fisik berupa badan yang sehat, menjaga kesehatan, agar tetap bugar dan kuat selama Ramadhan. Ilmu --yakni ilmu tentang puasa dan ibadah Ramadhan lainnya, mulai dari rukun, syarat, hingga teknis (tata cara) yang sesuai dengan Sunnah Rasulullah Saw. Dalam "Bagaimana Menyambut Bulan Suci Ramadhan" Maktab Dakwah Dan Bimbingan Jaliyat Rabwah yang dipublikasikan Islam House dis...