Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Iman yang Benar Melahirkan Amal Kebaikan

Gambar
Iman yang Benar Melahirkan Amal Kebaikan. Amal saleh merupakan buah keimanan. Tidak sempurna iman seseorang jika tidak diikuti dengan amal saleh. Dalam Alquran, kata iman hampir senantiasa digandengkan dengan kata amal saleh, seperti dalam QS Al-Ashr ayat 2 , kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Iman atau percaya saja tidak cukup. Mengucapkan syahat saja tidak cukup, namun harus dibuktikan atau diwujudkan dalam bentuk amal salih atau amal kebaikan. Secara bahasa, amal saleh adalah perbuatan baik, yakni perbuatan yang diwajibkan, disunahkan, dan dibolehkan dalam ajaran Islam. Perbuatan baik adalah perbuatan yang menimbulkan manfaat dan kebaikan bagi dirinya dan orang lain. Amal saleh juga adalah perbuatan menjauhkan diri dari amal yang haram atau dilarang oleh Allah SWT. Amal salehlah satu-satunya modal dan bekal untuk hidup selamat dan bahagia di dunia dan di akhirat kelak. Maka, pergunakanlah harta, ilmu, tenaga, atau apa pun yang dititipkan Allah SWT kepada kita untuk...

Kian Jelas Siapa Kawan Seiman dan Seperjuangan

Gambar
AKSI demonstrasi terkait kasus penistaan agama oleh Ahok, terutama setelah aksi damai 4 November dan rencana aksi damai jilid III 2 Desember 2016, setidaknya menguak tabir siapa kawan seiman dan seperjuangan dan siapa yang tidak seiman-seperjuangan. Ekstremnya, kian jelas siapa kawan siapa lawan. Mereka yang pro, tersirat dan tersurat dari komentar di dunia nyata dan dunia maya (media sosial), kian jelas. Mereka yang kontra juga kian jelas. Aksi Damai Bela Islam sejatinya mengandung makna mendalam, bukan sekadar persoalan seorang Ahok, tapi persoalan masa depan Islam, kaum Muslim, dan bahkan masa depan Indonesia. Orang-orang yang kontra Aksi Damai meneriakkan slogan dan isu NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Pertanyaan kita, apakah aksi damai mengancam NKRI? Sama sekali TIDAK. Apakah aksi damai umat Islam mengusik Kebhinekaan bangsa Indonesia? Sama sekali TIDAK. Yang jelas-jelas mengusik dan mengancam NKRI adalah kelompok atau gerakan separatis seperti kelompok Organisasi Papua Merdeka (O...

Amalan Sunah Bulan Muharram & Tahun Baru Hijriyah

Gambar
TAHUN Baru Islam 1 Muharram tidak disebutkan dalam Al-Quran ataupun hadits. Tidak ada dalil naqli terkait perayaan, peringatan, ataupun sekadar menyebutkan "tahun baru Islam" pun "Tahun Hijriyah". Pasalnya, sistem penanggalan Islam atau kalender Islam baru muncul pada masa Khalifah Umar bin Khattab. (Baca: Sejarah Tahun Islam Hijriyah ). Artinya, pada masa Rasulullah Saw hingga Khalihah Abu Bakar Ash-Shiddiq, tidak ada kalender hijriyah, juga tidak ada istilah apalagi peringatan/perayaan tahun baru Islam. Namun demikian, Rasulullah Saw dengan bimbingan wahyu, sudah mengantisipasi adanya tahun baru Islam 1 Muharram ini, yaitu dengan adanya hadits-hadits sahih tentang Keutamaan Bulan Muharram dan Amalan Sunah Bulan Muharram . Rasulullah Saw bersabda:   أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ   "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharra...

Islam Nusantara Istilah Keliru, Yang Benar Muslim Nusantara

Gambar
Islam itu agama. Muslim itu pemeluk agama atau orang yang menganut agama Islam. Islam is Religion. Muslim is Follower. Maka, Islam Nusantara itu keliru. Yang benar, Muslim Nusantara. ISTILAH Islam Nusantara itu keliru karena Islam hanya ada satu, yakni Islam yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw dan bersumberkan Al-Quran, Hadits, dan Ijma' Ulama. Yang benar adalah Muslim Nusantara karena Muslim banyak, ada di mana-mana, termasuk Muslim Timur Tengah, Muslim Eropa, Muslim Amerika, Muslim Australia, dan sebagainya. Wacana Islam Nusantara terkesan membuat "agama baru" dalam Islam, padahal jika Islam dikurangi atau ditambah, bukan lagi Islam, minimal tidak murni lagi sebagai agama Islam. Jadi, sebaiknya istilah Islam Nusantara segera dikubur saja, digantikan dengan Muslim Nusantara, yakni pemeluk agama Islam yang ada di nusantara (Indonesia). Jika istilahnya Muslim Nusantara, maka bisa diterima. Muslim Arab Saudi biasa memakai gamis dan sorban. Muslim Indonesia biasa men...