Postingan

Menampilkan postingan dengan label Psikologi Dasar

Rasa Tersakiti adalah Penggerak untuk Menjadi Lebih Baik

Gambar
Tak ada seorang pun di dunia ini yang perjalanannya mulus dan nyaman terus. Pada suatu ketika, ia pasti menghadapi yang namanya kesukaran. Entah itu perasaan tertolak, dilupakan, dipandang sebelah mata, difitnah, dan semacam itu. Sejujurnya, ketika menghadapi berbagai kenyataan yang menyakitkan tersebut, rasanya kita ingin lari saja dari kenyataan. Kita capek. Tertekan. Marah. Kecewa. Sakit hati. Nggak terima. Jika bisa, Ingin membalas. Apa kamu juga pernah mengalaminya? Pernahkah kamu merenungkan mengapa semua hal buruk itu bisa terjadi pada orang baik seperti kamu? (ehmm..). Mungkin ini bukan sesuatu yang indah, namun perlu untuk dicerna dalam pikiran kita. Jika selama ini perasaan sakit telah banyak kali melukaimu, mulai sekarang, yuk belajar untuk mengambil pendekatan secara berlawanan. Pernahkah kamu merenungkan mengapa kita membutuhkan semua rasa sakit yang -kita pikir- tidak perlu itu? Jika rasa sakit tidak diperlukan, Tuhan pasti akan menjauhkannya dari kita. Namun, kita masih...

Jangan Minder, Percaya pada Diri Sendiri

Gambar
Menurut Maxwell Maltz, M.D. F.I.C.S, penulis buku Psycho-Cybernetics, setidaknya 95% orang di dunia ini kehidupannya diwarnai dengan perasaan rendah diri hingga tingkatan tertentu. Dan bagi jutaan orang, rasa rendah diri yang sama ini menjadi penghambat serius terhadap sukses serta kebahagiaan mereka.   Mungkin, sebagai remaja kamu juga pernah mengalami apa yang disebut dengan Inferiority Complex, masalah rendah diri dan suka membandingkan diri dengan orang lain. Dalam masa transisi, wajar saja jika hal ini terjadi padamu. Tiap orang pada suatu masa dalam hidupnya juga pernah mengalaminya. Namun, Inferiority Complex ini bisa berakibat serius jika tidak ditangani dengan baik. Kabar baiknya, setiap orang terlepas dari siapa dia dan bagaimana latar belakangnya ternyata bisa meningkatkan rasa percaya diri jika mereka bersedia mengubah dirinya untuk itu! Jika kamu termasuk di antara 95% warga dunia yang disebut Mr. Maltz tadi, berarti kamu nggak sendiri dong. Masalah Inferiority Comple...

Cara Bijak Saat Melakukan Kesalahan

Gambar
Pernahkah Anda bersalah? Semua orang pasti pernah merasa bersalah. Naif, jika ada orang yang mengatakan tak pernah bersalah sepanjang hidupnya.   Bahkan Nabi pun pernah berbuat salah. Suatu ketika, Nabi kedatangan seorang sahabat yang buta, Abdullan bin Ummi Maktum, yang meminta diajari ilmu agama, padahal saat itu Rasulullah sedang menerima tamu para pembesar Quraisy. Nabi pun seketika berpaling dan bermuka masam. Lalu Allah menegurnya dengan turunnya firman dalam Al-Qur’an Surat ‘Abasa. Bedanya, Nabi bersalah, dia akan langsung diluruskan oleh-Nya. Itulah mengapa Rasulullah bersifat maksum, terhindar dari kesalahan. Berbeda dengan manusia biasa yang pada dasarnya memang mahallul khotto' wa nisyan, tempatnya salah dan lupa. Kata orang bijak, salah itu bisa muncul karena kita bertindak. Banyak bertindak, banyak salah. Sedikit bertindak, sedikit salah. Tidak bertindak, tidak salah! Saya pikir logika itu masuk akal, ya? Si A mengerjakan sepuluh soal ujian dan salahnya tiga, nilainya ...

Kita Tidak Bisa Mengendalikan Keadaan

Gambar
Mengapa Masalah yang Datang Terasa Begitu Berat? Pernahkah kamu menanyakan pertanyaan seperti di atas ketika menghadapi masalah yang begitu berat? Bahkan kamu merasa benar-benar nggak mampu, nggak cukup kuat, nggak cukup bijak, dan nggak cukup pengalaman untuk menghadapi persoalan tersebut. Kabar baiknya, jika kamu menghadapi persoalan yang luar biasa, itu karena kamu memang luar biasa. Tak ada orang biasa yang menghadapi peristiwa atau kejadian yang luar biasa. Tidak ada orang biasa yang harus menghadapi persoalan luar biasa. Orang biasa akan menghadapi kehidupan yang biasa-biasa saja. Lain halnya dengan orang-orang yang luar biasa. Mereka akan menjalani kehidupan yang luar biasa, persoalan-persoalan yang tampak luar biasa, dan menghasilkan prestasi yang juga luar biasa karenanya. Sedangkan bagi orang biasa, prestasi biasa pun akan dianggap luar biasa! Persoalan yang kita hadapi sekarang ini sebenarnya dapat menjadi indikasi kebesaran diri kita dan masa depan kita. Yang menjadi masala...

Salah Membaca Pikiran Orang Lain

Gambar
Anggapan bahwa membaca pikiran adalah pekerjaan seorang psikolog, paranormal atau bahkan dukun. Namun, percaya atau tidak, dalam kehidupan sehari-hari, anda semua adalah seorang pembaca pikiran. Sebab, tanpa kemampuan untuk mengetahui pikiran serta perasaan orang lain, kita semua tak akan mampu menghadapi situasi sosial semudah apapun. Dengan membaca pikiran, kita dapat membuat perkiraan tentang tingkah laku seseorang lalu membuat kita dapat menentukan keputusan berikutnya. Jika kita melakukan pembacaan ini dengan buruk, dampaknya bisa serius: konflik bisa saja terjadi akibat kesalahpahaman. Contoh yang nyata kesulitan mengenali pikiran dan perasaan orang lain, dapat dilihat pada penyandang autisme, dimana ketidakmampuan tersebut menjadi suatu kondisi yang mengganggu. Kemampuan (terbatas) kita untuk membaca pikiran memiliki sejarah yang amat panjang. Sistem komunikasi manusia berkembang menjadi lebih rumit saat kehidupan juga menjadi lebih kompleks. Membaca pikiran lantas menjadi alat...

Berpikir Positif pun Ada Sisi Lemahnya

Gambar
Kamu pasti pernah mendengar tentang pentingnya berpikir positif. Bahkan mungkin, hampir semua umat manusia yang hidup di abad ini pernah mendengarnya, dan menerapkannya, lalu memetik keuntungan darinya. Berpikir positif memang baik. Penting dan bermanfaat, baik bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain, demikian dikatakan oleh para ahli. Sayangnya, berpikir positif pun mempunyai sisi lemah yang dapat merusak keseimbangan hidup kita. Ini bukan sanggahan dari teori berpikir positif yang terkenal itu. Hanya saja, selain berpikir positif, kita juga perlu lebih awas dan lebih bijaksana dalam menyikapi segala sesuatu yang terjadi.Tanpa memikirkan segala kemungkinan dan sisi negatifnya, perencanaan yang terbaik pun dapat gagal. Hidup adalah sebuah keseimbangan, bukan? Hidup adalah sebuah keseimbangan. Selalu ada sisi bertentangan untuk setiap bidang kehidupan. Kerja keras yang tak diimbangi istirahat yang cukup bisa berakibat fatal. Makanan enak tanpa diimbangi olahraga mengakibatkan...

Yang Lagi Sibuk Cari Jati Diri

Gambar
Ada yang menyebutkan bahwa jati diri itu adalah karakter dasar, ada yang mengatakan itu adalah kamu sesungguhnya, ada juga yang yang bilang bahwa seseorang akan menemukan jati diri itu seiring semakin de-wasanya kita. Mungkin ucapan seperti ini ada benarnya juga, karena jati diri sendiri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sifat seseorang yang muncul dengan sendirinya sejak saat dari kecil, kemudian sifat bawaan dari kecil itu kadang juga terpengaruh dengan berbagai faktor seperti faktor lingkungan tempat dia dibesarkan. Jati diri adalah identitas seseorang yang jelas sehingga siapa pun tahu tentang orang tersebut. Sering kali orang memberikan definisi dari jati diri berdasarkan jawaban dari tiga buah pertanyaan ini : Siapa aku? Dari mana aku? dan aku mau kemana? Ketiga pertanyaan ini memerlukan pemikiran yang mendalam untuk dapat mengetahui jawaban yang benar. Tidak sedikit juga orang yang masih saja kebingungan dan akhirnya dia melupakan untuk menjawab ketiga pertanyaan ters...