MILIKKU,MILIK DAN KU
Para pembeli di warung kopi makin lama makin suka baca koran. Mempero!eh inforrnasi sudah sarna kedudukannya seperti rnandi, makan nasi atau kerokan. Orang makin maju, karena tak mungkin berjalan ke belakang. Dulu orang cukup nguping, rerasan sana sini. Budaya rerasan itu lantas dilembagakan, dicanggihkan, dalam maksud yang positif. Koran jual berita seperti warung jual mendoan. Maka semoga yang dijual oleh koran selalu 'rnakanan' objektif, sehat, bergizi, gurih, tidak dilatarbelakangi oleh subjektivitas kelompok ini-itu yang bisa bikin mencret. Meskipun demikian, kalau toh mencret, orang sudah terbiasa jajan di warung yang makanannya tak dilindungi dari debu dan lalat. Pelanggan warung kopi kita amal: suka berita kriminal, humor, iklan, atau guratan-guratan apa saja yang kira-kira bisa diindikasikan (oleh sebagian pelanggan) sebagai petunjuk nomer lotre. Yang paling kuaang disukai biasanya ialah kutipan pidato. Pejabat ini bilang begini, sarjana itu bilang begitu. Bahasanya ca...