OH BENTEN! IK WELLEN IK BODDEN ANDERSTEKEN VERSTEKEN!
Allah Yang Maha Baik menakdirkan saya untuk kaya raya. Kaya raya karena betapa banyak kesempatan untuk memberi dan memberi dan memberi. Pak becak, berapa harga kau tawarkan? Akan kutawar sampai harga paling wajar, nanti kubayar dua kali lipat, tanpa kuberitahukan sebelumnya. Ayo para penjual barang eceran, yang hidup dari laba 25 atau 50 rupiah! Gandakan harga jual barangmu nanti kutambah seratus dua ratus rupiah. Kuintip setiap kesempatan untuk melempar seratus dua ratus, seribu dua ribu -- tapi sepuluh dua puluh ribu aku belum marnpu. Allah yang Maha Baik menakdirkan saya untuk kaya raya. Alangkah nikmat rasa memberi. Betapa segar sehabis memberi. Dan kalau pemberitahuanku tentang memberi ini merupakan riya' atau kesombongan, biarlah batal pahalaku. Aku ingin nemberikan pemberitahuan ini. Aku tidak ingin membeli pahala. Aku ingin memberi. Memberi apa saja, uang, benda, tenaga, peluh, pikiran, jiwa, diri, dan hidup ini sendiri. Tapi tolong jangan seluruhnya. Sisakan sejumput saja ...