Korupsi sebagai Kasus Penyakit Jiwa(ii)
Tentu saja kehidupan kita bukannya sedemikian gelap pekat dan tak ada kebaikan, tak ada kejujuran atau kejernihan. Tapi tulisan ini mengajak kita untuk bercermin. Dan bercermin yang dimaksudkan bukanlah sejenis narsisisme: kita mengagumi kegantengan dan kecantikan wajah kita. Yang kita tatap di cermin terutama justru jerawat-jerawat kita. Jangan khawatir, Anda tidak termasuk para koruptor, pada level mana pun. Anda orang jujur dan selalu menatap Tuhan berdiri tepat dihadapan Anda setiap saat. Anda orang yang selalu berdua dengan-Nya dalam kepatuhan dan kejujuran. Tuhan tidak Anda "letakkan" di samping, tidak Anda perlakukan sebagai "pihak ketiga" sehingga Anda sebut "Ia"--dan bukan "Engkau". Tapi pandanglah wajah-wajah kami! Lihatlah ornamen-ornamen jerawat korupsi dan ngembeng-nya wajah korupsi di wajah kami. Ya, kami-kami yang pejabat tinggi maupun pejabat rendahan. Kami-kami yang orang sentral maupun orang perifekal. Kami-kami orang atas maupu...